KPU MINTA PPS BERPATOKAN PADA FORM B1
06/07/2015

Share
rss

Bitung, kpukotabitung.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung meminta kepada setiap Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang sedang melakukan verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan atau independen Walikota dan Wakil Walikota Bitung periode 2016-2021, untuk tetap berpatokan pada formulir B1 kwk. “Jika nama pendukung calon tidak ada di form B1, apalagi tanpa ada bukti fotocopy identitas KTP. Petugas tak perlu ragu menulis TMS atau tidak memenuhi syarat “, jelas anggota KPU, Selvie Rumampuk.

Rumampuk yang juga Ketua Divisi Hukum, Pengawasan dan Teknis Penyelenggara KPU Bitung, akhir pekan lalu memang cukup banyak menerima keluhan dari para PPS yang sementara melakukan verifikasi faktual calon independen.

Keluhan para PPS itu selain nama pendukung tidak tertera di formulir B1 KWK, juga ada yang berbeda tempat domisili tidak sesuai dengan KTP. “Kami menemukan banyak pendukung yang punya fotocopy KTP, tetapi nama mereka tidak ada di formulir B1. Sebaliknya ada pendukung yang domisilinya di luar dari kelurahan kami”, kata seorang PPS dari kecamatan Madidir.

Selain itu, ada pendukung yang namanya berada di B1 dan mempunyai bukti KTP, tetapi tidak menandatangani surat dukungan. “Kami menemukan banyak pendukung tidak menandatangani surat dukungan. Bahkan banyak tanda tangan pendukung di formulir hampir sama. Kami duga itu hanya dilakukan orang yang sama”, kata seorang PPS.

Untuk kasus seperti itu, Anggota KPU Selvie Rumampuk menegaskan patugas PPS harus menanyakan langsung kepada setiap pendukung yang namanya ada di B1 KWK . “Tanyakan langsung kepada setiap pendukung tersebut, apakah benar mendukung calon si A atau tidak. Jika ia mendukung, isi berita acara yang ditandatangani pendukung tersebut, baru itu ditulis memenuhi syarat (MS). Sebaliknya jika tidak, tulis tidak memenuhi syarat, juga isi berita acara di form B3”, papar Rumampuk.

Tugas PPS kota Bitung saat ini cukup berat, karena selain baru kali ini menghadapi adanya verifikasi berkas dukungan calon independen, juga terdapat ribuan potensi nama pendukung ganda antar pasangan calon.

KPU Bitung menemukan 43.012 dukungan ganda, yang terdapat pada antar pasangan calon independen Walikota dan Wakil Walikota Bitung tahun 2016-2021. Selain ganda antar pasangan calon, dalam internal pasangan calon atau masing-masing calon juga terdapat dukungan ganda.

Hasil rekapitulasi daftar dukungan ganda perseorangan yang diverifikasi oleh KPU Kota Bitung melalui aplikasi Silon menyebutkan pasangan Stefanus B Pasuma – Jan Karundeng yang memasukkan jumlah dukungan 22.692 orang, secara internal memiliki total kegandaan 219 orang (109 ditetapkan, yang dihapus 110 nama). Potensi ganda nama, jenis kelamin dan tempat tanggal lahir berjumlah 8 orang serta kesamaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) berjumlah 515 orang. Pasangan ini juga memiliki dukungan ganda antar pasangan perseorangan sebanyak 8.204 nama.

Pasangan calon Ridwan Lahiya-Maxmillian H W Purukan yang memasukan dukungan ke KPU Bitung sebanyak 22.126 nama, juga memiliki dukungan ganda ineternal sebanyak 13.778 orang (7.050 ditetapkan dan yang dihapus 6.728 nama). Pasangan Lahiya-Purukan juga memiliki potensi ganda (kesamaan nama, jenis kelamin, TTL) 8 orang dan kesamaan NIK 291 orang. Selain itu memiliki jumlah dukungan ganda antar pasangan calon sebanyak 9.660 nama.

Pasangan Linna Utiaracman-Petrus Singale yang memasukan dukungan ke KPU berjumlah 22.533 nama, memiliki dukungan ganda internal 7.446 nama (4.190 ditetapkan, 3.256 dihapus). Selain itu juga terdapat potensi ganda nama, jenis kelamin, dan TTL sebanyak 1.362 orang dan 175 kesamaan NIK. Sedangkan dukungan ganda antar pasangan calon berjumlah 12.222 orang.

Pasangan Michael R Jacobus – Paulus I Kumentas yang semula memasukkan dukungan berjumlah 23.341 orang, ternyata memiliki dukungan ganda internal sebanyak 1.859 nama (936 ditetapkan, 923 dihapus). Pasangan ini juga masih memiliki pendukung potensi ganda kesamaan nama, jenis kelamin, dan TTL berjumlah 193 orang, dan kesamaan NIK 7.015 orang. Sedangkan potensi ganda antar pasangan calon berjumlah 12.926 nama.

Jika verifikasi faktual berakhir dan ada pasangan calon independen sudah berkurang dari jumlah minimal dukungan, maka pasangan calon perseorangan akan memperbaiki serta menggantikan 2 kali lipat dari jumlah kekurangan tersebut.

(Jeffry W)