KPU BATALKAN PASANGAN RIDWAN-MAX
08/12/2015

Share
rss

Bitung, kpukotabitung.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung, hari Senin malam, 7 Desember 2015 membatalkan pasangan nomor urut 7, Ridwan Lahiya dan Maxmillian Purukan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung.

Menurut anggota KPU Bitung yang juga Ketua Divisi Pencalonan, Selvie Rumampuk, pembatalan pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota dari jalur independen ini dilakukan dalam rapat pleno, karena pasangan tersebut tidak menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) pada batas waktu yang ditentukan.

“Sesuai Peraturan KPU (PKPU) nomor 8 tahun 2015 pasal 34 ayat 1 disebutkan pasangan calon menyampaikan LPPDK kepada KPU paling lambat 1 (satu) hari setelah masa kampanye berakhir. Sedangkan Ayat 2, LPPDK disampaikan kepada KPU paling lambat pukul 18.00. Kemudian pasal 54 disebutkan paslon yang terlambat menyampaikan LPPDK kepada KPU sampai batas waktu yang ditentukan dikenai sanksi berupa pembatalan sebagai paslon. Kami sudah 3 kali mengingatkan lewat surat tanggal 2,4,5 desember 2015 kepada seluruh paslon melalui Liason Officer (LO)”, jelas Rumampuk.

Rumampuk mengatakan, berdasarkan PKPU nomor 8 tahun 2015 pasal 57, KPU Bitung sudah melakukan klarifikasi kepada pasangan nomor 7 dan mereka hanya minta maaf dan baru memasukkan LPPDK hari Senin dinihari atau jauh melewati batas waktu. “Dari semua pasangan, hanya pasangan nomor urut 7 ini yang tidak memenuhi aturan batas waktu pemasukan LPPDK. Karena calon ini sudah melanggar aturan, kami KPU Bitung harus mengeluarkan keputusan sesuai aturan. Sebab jika tidak, kami komisioner KPU akan kena sanksi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), bisa dipecat dengan tidak hormat”, ungkap Rumampuk.

Dalam memutuskan pembatalan pasangan nomor urut 7 ini, KPU Bitung sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan KPU Propinsi Sulawesi Utara sebagai atasan.

Pembatalan calon nomor urut 7 ini memang akan berpengaruh pada pencoblosan surat suara, sebab KPU Bitung memang sudah mencetak dan mulai mendistribusikan Surat Suara untuk Pemilihan Walikota Bitung yang berisi 7 pasang calon termasuk nama dan foto pasangan Ridwan Lahiya dan Max Purukan.

Menindaklanjuti keputusan pembatalan ini, berdasarkan Surat Edaran KPU RI nomor 907/KPU/XII/2015, KPU Kota Bitung juga mengeluarkan pemberitahuan ke semua Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar menyampaikan dan mengumumkan kepada masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bahwa pasangan nomor urut 7 sudah dibatalkan pencalonannya.

Selain itu, dalam rapat penghitungan suara di TPS, apabila ditemukan Surat Suara yang tercoblos pada Nomor Urut, Nama dan Tanda Gambar pasangan calon Ridwan Lahiya-Maxmillian Purukan, maka surat suara tersebut dinyatakan tidak sah.

(Jeffry W)