BANYAK PEMILIH TIDAK DATANG KE TPS
22/12/2015

Share
rss

Bitung, kpukotabitung.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung, usai rapat pleno terbuka penetapan pasangan nomor urut 1, Maximilian Jonas Lomban, dan Maurits Mantiri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bitung terpilih untuk masa jabatan 2016-2021, juga menggelar konferensi pers dengan para wartawan berbagai media massa yang bertugas di kota Bitung.

Banyak hal yang dikemukakan para wartawan untuk menjadi bahan evaluasi dan koreksi pelaksanaan Pilkada maupun pemilu pada tahun mendatang. Di antaranya adalah masalah menurunnya tingkat partisipasi masyarakat untuk hadir memberikan hak suara mereka pada Pemilihan Walikota Bitung dan Gubernur Sulut, 9 Desember 2015 lalu.

Anggota KPU Bitung, Viktory Rotty yang juga ketua Pokja kampanye dan sosialisasi mengakui dibanding Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014, dalam pilkada tahun 2015 ini di kota Bitung partisipasi pemilih memang cukup menurun. Jika Pileg tingkat partisipasi pemilih mencapai 72 persen, Pilpres malah menurun hanya 66 persen. Jumlah ini makin menurun pada Pilwako dan Pilgub 2015 yang hanya 65 persen.

Sesuai data, jumlah warga yang berhak memilih pada Pilkada di Bitung tahun 2015 ini tercatat 170.095 orang. Namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 109.764 orang, atau terdapat 60.331 orang yang tidak datang memilih.

Viktory menjelaskan pihak KPU Bitung sudah melaksanakan semua tahapan sosialisasi mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kepada seluruh lapisan masyarakat, namun kenyataan masih banyak warga yang tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih. “Kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena untuk memilih itu hak dari masing-masing warga, tapi ini mungkin menjadi tugas kita semua termasuk pers untuk bekerjasama mencari solusi atas hal ini. Amanat PKPU tentang sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sudah dilakukan oleh KPU kota Bitung. Yang menjadi pelanggaran adalah ketika KPU tidak melakukan apa-apa dan ketika masyarakat tidak tahu apa-apa”, kata Viktory.

Ketua KPU Bitung, Josep Sammy Rumamby juga mengatakan pihaknya memang sudah jauh hari melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka datang memilih pada Pilkada 9 Desember 2015. “Kami sudah melakukan sosialisasi sesuai tahapan yang ada. Bahkan semua sekolah SMU dan SMK di kota Bitung yang mempunyai pemililh pemula kami datangi, agar mereka tahu apa itu Pilkada dan siapa calon-calonnya”, ujarnya.

Ia menilai kemungkinan banyaknya warga yang enggan datang ke TPS karena adanya salah persepsi soal form C-6 (undangan untuk memilih) yang diberikan petugas kepada warga wajib pilih. “Kami mendapat informasi ada banyak warga yang enggan memberikan hak suaranya karena tidak mendapat form C-6 ini. Padahal tanpa form C-6 warga tetap berhak datang ke TPS untuk memilih”, jelasnya.

(Jeffry W)